Kamis, 18 April 2013 | By: Muhammad Fersi Nurul Haq

IBU


9 bulan ananda dirahimmu
Perjuanganmu begitu besar
Darah, nyawa, dan air mata tak kau hiraukan
Demi ananda...
Engkau rawat ananda dengan ketulusan
Terkadang Tangisan ananda begitu nyaring
Tapi engkau tetap tersenyum manis
Kau timang ananda
Kau peluk , dan kau jaga ananda
Perjuangan yang besar melahirkan ananda
Derai air mata yang kau teteskan begitu lembut
Engkau tersenyum didepan tangisan ananda
Ananda begitu bahagia
...
Tapi kini...
...
Apa yang ananda lakukan kepada Ibu?
Hanya memaki, membentak, membangkang, mengeluh
Ketika ananda meminta sesuatu
Ibu tetap menurutinya
Tapi apa balasan ananda?
Selalu saja membuat kesal, marah
Sungguh ananda seakan jadi makhluk paling berdosa
Sering ananda membuat Ibu menangis
Tangisan itu begitu dalam
Tapi Ibu tetap bisa tersenyum didepan ananda
Walau ananda sebenarnya tau
Ibu menangis, tapi Ibu menyembunyikannya
Setetes airmata itu seakan membasuh daya ingatku
Ananda menyadari apa yang ananda lakukan salah
...
Ketika ananda begitu lemah
Ibu memberi semangat yang tulus
Ketika ananda begitu sedih, jatuh dan putus-asa
Ibu selalu mendorong ananda pada jalan yang lurus
Tapi ketika ananda bahagia, ananda melupakan Ibu
Bahkan tidak memperdulikan Ibu
Ananda begitu jahat, begitu berdosa !
Tapi Ibu selalu memaafkan dan menerima ananda kembali
Kasihsayang itu sangat tulus tiada hentinya
...
Terkadang ananda berpikir, kapan bisa membalas segala kasihsayang itu?
Ananda bahkan belum bisa membalas segala kasihsayang Ibu
Ananda tidak tahu harus apa sekarang
Ananda begitu ingin membuat Ibu bahagia
Sebelum dunia ini memisahkan kita 
by.fersi




0 komentar:

Posting Komentar